Minggu, 18 November 2012

Hujan dan Senja



Saat ini mendung, sebentar lagi Hujan…ia akan singgah dan membawa seikat dingin. aku memang lebih suka duduk di bawah awan mendung yang tak pasti, daripada harus pergi sendiri, justru itu lebih sakit lagi..

Pagi ini hujan lagi , kemarin hujan , kemarin lusa juga hujan . aku seperti merasa di permainkan hujan ,bukankah seharusnya hujan menjadi temanku?. seharusnya sejak dulu juga seperti itu,tapi hujan pagi ini terasa berbeda,lebih mendung,lebih dingin . mungkinkah karena hujan kali ini aku sendiri .

Di dalam rintiknya dimana hujan sudah tiba, aku selalu menerka seperti apa dirimu. Hanya ada aksara yang mengisi imajinasi yang kadang terasa begitu semu. Dan sepenggal suara untuk meyakinkan segalanya..bahwa Kau nyata. Bukan hanya sederet huruf berbaris rapi terangkai sempurna. Kau ada. Bukan hanya beragam intonasi suara menjelma di seberang sana. Terdengar menyenangkan, namun tetap saja.....secuil hampaku selalu terselip kamu di antaranya.

Dimana saat hujan datang aku slalu mengingat dirimu.Bagiku,kamu adalah rangkaian puisi yang diberikan Tuhan disisa hari menuju senja..Kamu adalah cerita yang belum mau aku bubuhkan kata "Tamat" di akhirannya.Seseorang yang mampu penggerak otak kecil di ujung jemariku hingga mencipta sepenggal aksara.Kamu yang mampu mengisi labirin-labirin kosong dihatiku yang sudah lama tidak berpenghuni.Berlebihan kah ? Bukankah mahluk Tuhan selalu bertingkah berlebihan ketika sedang jatuh cinta? Mungkin aku sedang merindukan mu saat ini.Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali diam dan berbisik pada hujan.

Jika, senja sudah mulai nampak.Aku semakin cemas akan kerinduan ku yang memuncak dan tak kunjung reda seperti hujan tadi pagi.Ku hanya bisa mengira-ngira berapa kadar kerinduan ku akan kembali stabil. Walau aku dan kamu tak bisa saling bersentuhan, tapi aku masih bisa mencintaimu dari sini, jarak dan tempat yang mungkin tak kau ketahui.

"Kalau mencintaimu saja masih terasa kurang, aku tambah dengan merindukanmu boleh kan?"

 

Sabtu, 17 November 2012

Apa Mencintaimu Harus Serumit Ini?



  beberapa bulan yg lalu....

Mengapa jatuh cinta bisa serumit ini?

Harusnya aku sudah kehabisan alasan untuk menunggu. Tapi masih saja menunggu. Tentang perasaan yang mungkin sebenarnya tidak pernah ada padamu. Tapi masih saja merindu. Mengapa jatuh cinta bisa serumit ini? Tak seharusnya aku mendifinisikan semuanya secepat ini, sendirian, dan salah pula. Harusnya aku lebih peka. Aku tak tahu apa-apa, selain berdebar lalu merindu. Kau tahu aku menyayangimu?

Kita baru saja sampai di ribuan karakter jika cerita ini dituliskan, tapi sudah banyak kenangan yang menumpuk. Kadang cerita diputus ditengah jalan. Walau sebenarnya cerita itu belum mau berakhir. Aku harap ini bukan halaman terakhir tentang aku dan kamu.

Bodoh! Masih bisa-bisa berpikir seperti itu? Aku pura-pura tidak dengar, dia bilang ‘kita harus saling melepaskan’ beberapa menit lalu.
Kau tahu, Aku mencintaimu bahkan sebelum suaramu mendarat di telingaku, sebelum aku tahu warna bola matamu? Apa ada cinta yang lebih rumit dari ini?

Padahal aku masih menyimpan kenangan untuk bertemu denganmu di stasiun kereta, kau menggandeng tanganku di bawah senja menyusuri rel-rel kereta. Duduk di sebuah bangku kayu dan kau membisikkan beberapa bait puisi untuk meyakinkan aku tidak akan ucapkan kata ‘selamat tinggal’ dan sejenisnya setelah ini. Aku membayangkan kita akan lebih lama… lebih lama lagi. Tapi, percuma kalau hanya aku yang berharap. Percuma kalau hanya aku yang membutuhkanmu…

Baru berapa menit saja, aku sudah rindu ‘I love u’ darimu. Aku masih ingin memanggilmu namamu. Aku masih menunggumu memanggilku, mungkin yang tadi pagi yang terakhir. Astaga, baru berapa menit lalu saja!  bagaimana besok? Lusa? Minggu depan? Bagaimana…?

Dan 3 juni 2012 beberapa bulan yang lalu, 
aku harus menangis (diam-diam) untukmu. 
Pura-pura tidak apa-apa dengan keputusanmu.

Minggu, 11 November 2012

Korban Bom Hiroshima yang Selamat Kampanye Perdamaian Dunia

Seorang perempuan muda Jepang yang selamat dari peristiwa pemboman atom Hiroshima 60 tahun lalu menyatakan dia tidak punya keinginan lain selain bunuh diri beberapa bulan setelah ledakan nuklir itu terjadi.

Kemudian, satu hari pada tahun 1947, perempuan putus asa itu menyaksikan daun-daun baru mulai tumbuh pada sebuah pohon yang juga selamat dari pemboman dan tunas-tunas daun yang menyembulkan warna hijau dari ranting-ranting gosong itu menjadikannya punya keinginan untuk hidup kembali.

Suzuko Numata yang kini berusia 82 tahun dari Bangsal Higashi Hiroshima menyatakan dia memperoleh kembali kekuatannya setelah menyaksikan tunas-tunas daun yang mungil berwarna hijau mulai bermunculan pada ranting hangus pohon payung Cina.

"Pohon itu mengajarkan bahwa saya masih hidup," kata Numata.

Numata yang terikat dengan kursi roda telah mengunjungi 21 negara untuk menceritakan kisah menakutkan mengenai perang.

Ketika bom atom dijatuhkan pada tanggal 6 Agustus 1945, Numata tengah berada di Biro Komunikasi Hiroshima yang berjarak sekitar 1,4 Km dari pusat ledakan.

Lutut kirinya mengalami cedera serius akibat ledakan bom atom itu. Empat hari kemudian dia harus merelakan kaki kirinya diamputasi hingga di atas lutunya.

Numata, yang sejak enam bulan lalu menjalani perawatan pada sebuah rumah sakit dan diperbolehkan pulang hari Senin kemarin, menyatakan dia menunggu kesempatan untuk dapat kembali pergi keluar negeri untuk mempromosikan perdamaian. Kalau mungkin perempuan itu ingin ke India atau Pakistan yang kedua negara itu memiliki persenjataan nuklir.

Tiga puluh tujuh tahun setelah pemboman atom 1945, Numata baru memberanikan diri membuka mulut ketika satu kelompok masyarakat membuat film yang mengambil gambar kejadian enam bulan setelah pemboman.

Pengambilan gambarnya sendiri dilakukan oleh Survei Pemboman Strategis AS. Di dalam film itu Numata menceritakan seluruh kisah pemboman atom yang dilaluinya.

Numata menyatakan hanya berbicara mengenai pemboman atom tidaklah cukup karena "dalam perang, anda juga dapat menjadi agresor".

Dalam setiap kunjungannya ke satu negara asing, dia selalu memulai kunjungan itu dengan mengheningkan cipta bagi korban yang tewas dalam peperangan.

Numata mengunjungi USS Arizona Memorial di Pearl Harbour bulan Desember 1990 dan mengikuti satu simposium dengan para veteran Amerika.

Ketika dia hadir dalam acara mengheningkan cipta bagi korban serangan Jepang di Pearl Harbour pada tahun 1941, sejumlah veteran AS meminta Numata menceritakan pengalamannya ketika bom dijatuhkan di Hiroshima.

Pohon payung Cina yang hangus, pemberi inspirasi bagi Numata untuk terus hidup, tumbuh di lingkungan Biro Komunikasi Hiroshima ketika pemboman atom itu terjadi. Pohon itu kemudian ditanam kembali di Hiroshima Peace Memorial Park pada tahun 1973.

Pohon itu, katanya, hingga kini masih terus memberinya dorongan spiritual.


Arti Kepercayaan

arti kepercayaan

Sebuah kapal barang berlayar di Samudra Atlantik. Di buritan kapal ada seorang anak negro kecil, dia adalah seorang pekerja suruhan. Anak ini tidak hati – hati sehingga tercebur ke dalam Lautan Atlantik yang bergulung – gulung ombaknya. Anak ini berteriak minta tolong, apa daya ombaknya sangat besar dan angin sangat kencang, orang yang berada di atas kapal tidak ada yang mendengarnya. Dengan mata terbelalak dia melihat kapal barang tersebut membawa ombak bergerak makin lama makin menjauh.

Naluri bertahan hidup anak ini membuat dirinya berenang sekuat tenaga di dalam air yang sangat dingin. Dia mengerahkan segenap tenaganya untuk mengayuh kedua lengan kurusnya, berusaha keras agar kepalanya tetap berada di atas permukaan air, membuka matanya yang besar memandang ke arah kapal yang pergi semakin menjauh.

Kapal itu makin lama makin jauh, kapalnya makin lama makin kecil, akhirnya tidak terlihat lagi, sisanya sejauh mata memandang hanya lautan yang tak bertepi. Tenaga anak ini juga hampir habis, sesungguhnya ia sudah tidak mampu berenang lagi, dia merasakan dirinya serasa akan tenggelam. Lepaskanlah, hatinya berbisik pada dirinya sendiri. Saat itulah, di dalam benaknya terbayang akan wajah yang begitu welas asih dan pandangan mata yang ramah dari sang kapten kapal itu. Tidak, kapten kapal setelah mengetahui saya tercebur ke laut, pasti akan kembali untuk menolong saya! Berpikir demikian, anak ini berusaha dengan seluruh keberaniannya mengerahkan segenap tenaganya yang tersisa berenang lagi.

Akhirnya kapten kapal menyadari bahwa anak negro itu telah hilang, setelah dia memastikan bahwa anak itu tercebur ke laut, dia memerintahkan untuk berlayar kembali untuk mencarinya. Saat itu ada orang yang menasehatinya, “Sudah sekian lama berlalu. Kalaupun dia tidak mati tenggelam, pasti sudah dimakan oleh ikan hiu…” Kapten kapal agak ragu – ragu, namun akhirnya ia tetap memutuskan untuk kembali mencari anak itu. Ada orang yang berkata, “Pantaskah tindakan ini hanya demi seorang anak negro?” Sang kapten menghardiknya, “Tutup mulut!”
Di saat – saat terakhir ketika anak kecil itu hampir tenggelam, sang kapten tiba tepat pada waktunya dan anak itu tertolong.
Ketika anak negro tersebut tersadar, dan saat dia bersujud untuk berterima kasih kepada sang kapten kapal atas budi baiknya menyelamatkan nyawanya, kapten itu memapah sang anak negro dan bertanya, “Bocah kecil, bagaimana kamu bisa bertahan begitu lama?”

Anak itu menjawab, “Saya tahu anda pasti akan kembali untuk menolong saya, saya tahu anda pasti akan datang!”
“Bagaimana kamu tahu saya pasti akan datang untuk menolongmu?”, tanya kapten kapal lagi.
“Karena saya tahu anda adalah orang yang demikian!”, jawab si anak.

Mendengar jawaban tersebut, kapten ini menjatuhkan diri di atas kedua lututnya bersujud di hadapan anak negro tersebut, air matanya berderai memenuhi wajahnya, “Bocah kecil, bukan saya yang menyelamatkanmu, sebaliknya, adalah kamu yang telah menolong saya! Saya sangat malu atas keragu – raguanku saat itu…”
Seseorang yang sangat dipercayai oleh orang lain juga merupakan semacam kebahagiaan. Pada saat orang lain mengalami putus harapan bisa terpikirkan olehnya akan dirimu dan yakin akan mendapatkan pertolongan darimu, merupakan sebuah kebahagiaan.


sumber: forum Detik

Sabtu, 06 Oktober 2012

Iwan Fals - Belum Ada Judul

Lagu om Iwan Fals yang satu ini nih gue suka banget, dilihat dari segi apapun enak banget buat di dengeri, liriknya juga indah .
Iwan Fals - Belum Ada Judul
Pernah kita sama sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah lelap

Pernah kita sama-sama rasakan

Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masing ingatkah kau

Reff:

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara di hati

Cukup lama aku jalan sendiri

Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku sobat

K E C E W A - _ -

keyakinan yang tertancap dalam jiwa terasa begitu besar.
semangat pun ikut mendampingi.
rasa yakin dan semangat tiap detik terus bertambah.
bak ombak pantai selatan,
tapi,,,
semua sirna sekejap saja.
ombak pantai selatan itu kini berubah menjadi parit yg tersendat oleh sampah.
kecewa telah merubah semuanya.
aku tak tau apa yg harus aku lakukan.
aku hanya terdiam,
merenungi rasa kecewa ini.
ingin rasanya, kumenyingkirkan sampah2 itu.
tapi aku merasa masih belum sanggup.
biarlah,,,
biarlah,,,
sampah itu membusukk dan terbawa air ketika sang hujan mengguyur bumi.
kuharap ini awal yang bisa lebih membaikkan saya untuk kebaikan hidup saya :)
 
 

nda | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates