Sabtu, 07 Februari 2015
Jumat, 26 Desember 2014
goodbye
Langit itu, angin itu
udara itu, kehangatan itu
aroma itu, perasaan saat itu
kenanganku yang telah terhenti seperti film
kau dan aku saat itu
Angin yang bertiup, kau hembuskan kepadaku. jelas dimataku ! kau pergi meninggalkan bekas dimata ku...
Hati itu, tawa itu
tatapan itu
semua momen disekitar kita bertahan selamanya,,,
Saat semua telah berlalu, hari itu akan tinggal sebagai kenangan bahkan tangisan
aku berdiri ditengah hujan dan kesepian, berteriak kearah angin, nama yang tak bisa dilupakan !
selamat tinggal !!!
kamu... nda_
Minggu, 24 November 2013
Inspirasi Baruku
Aku tanpa inspirasi malam ini ..
coba goreskan seuntai kata yang tak kunjung mampu
kutuliskan. Entah apa yang sedang terjadi aku seolah kehilangan makna terhanyut
rasa yang kian meraja. Aku sendiri ragu tentang rasa ini entah pasti atau hanya
imajinasi. Tapi, rasa ini begitu kuat mengambil alih alam bawah sadarku hingga
mampu memacetkan fikiranku, Mematikan kosa kataku serta mengoyak-ngoyak
logikaku. Lalu hati berkuasa dan otakku tak lagi bermain perannya.
Kemudian kucoba urai rasa itu dan kucari tahu dari mana sumbernya meski dengan kemacetan berfikir dan logika yang terkoyak. Kudapat sebuah senyum simpul,
Kemudian kucoba urai rasa itu dan kucari tahu dari mana sumbernya meski dengan kemacetan berfikir dan logika yang terkoyak. Kudapat sebuah senyum simpul,
Kucoba lihat siapa pemiliknya sempat tak percaya meskipun aku hanya dapat melihatnya dengan bayangan yang kurang jelas. lalu kutegaskan lagi pandanganku. Ternyata dia !
Benar, ternyata memang dia.
Dan akupun terbangun dari mimpi singkat itu !
Dan seketika inspirasi menghampiri
Tanganku kembali melukis coretan tanpa arti
Tentang dia, inspirasi baruku
Dan seketika inspirasi menghampiri
Tanganku kembali melukis coretan tanpa arti
Tentang dia, inspirasi baruku
Untuk yang pertama aku menulis tentang dia
'inspirasi baruku'
Senin, 02 September 2013
Ini Ceritaku,,Apa Ceritamu ?
Kilas
balik setahun yang lalu tepatnya 3 september 2012.
Saat
itu hari pertama saya menjadi seorang mahasiswi. Pagi itu saya dengan semangat
bangun pagi untuk pergi ke kampus dan rumah baruku dengan suasana dan
orang-orang berbeda. Untuk yang kedua kalinya saya menginjakkan kaki di gedung
jurusan Manajemen Informatika setelah yang pertama saat perkenalan jurusan
waktu mengikuti DIKSARLIN.
Dengan
tergesa-gesa saya menaiki anak tangga karena jam sudah menunjukkan pukul 06:55. Sebagai mahasiswi barunya tentunya
saya masih sangat lugu dan polos bahkan takut terlambat, yang katanya apabila
terlambat akan mendapatkan teguran dan sanksi. Sebagai mahasiswi baru tentunya
saya sedikit cemas tentang informasi itu.
Berjalan
dengan santai sambil mencari kelas yang tentunya ada nama saya. Pada saat itu
kami diharuskan memakai seragam baju kemeja putih, rok hitam bahkan high heels
hitam. Itu juga dikarenakan kami belum mendapatkan seragam dari jurusan
tersebut jadi diwajibkan memakai pakaian seperti saya sebutkan tadi. Hal yang
sangat konyol bagi saya, karena saya yang tidak pernah mengenakan rok seperti
itu apalagi high heels. Oh my god haruskah memakai ini semua? Begitulah yang ada pada pikiran saya saat itu.
Tetapi saya dengan cukup percaya diri untuk mengenakannya karena saya pikir toh
di sana tidak ada juga yang saya kenal, meskipun ada itu cuma beberapa orang
saja. Yaa..sedikit cukup buruk itu.
Ternyata
saya mendapatkan kelas 1.IC, cukup memberikan kesan yang menggoda saat saya
menginjakkan kaki di kelas tersebut. Benar-benar suasana yang beda bahkan beda
sekali. Awalnya sedikit. Tidak sedikit. Bahkan sangat membosankan diam dikelas
seperti itu dengan mayoritas anak laki-laki yang tingkahnya masih seperti
anak-anak SMA yang saya tahu. Tapi tanpa disangka-sangka suasana membosankan
seperti itu tidak berlangsung terlalu lama karena kita mulai menemukan titik
nyaman dan senang saat berada dan bersama di kelas 1.IC.
***
Hari
ini tepat tanggal 3 September 2013 saya telah menjadi mahasiswi jurusan
Manajemen Informatika semester tiga dan juga tentunya bukan lagi mahasiswi lugu
dan polos yang memakai kemeja putih dan rok panjang hitam. Tetapi, sekarang
saya merasa benar-benar berbeda dengan seragam yang mengagumkan. gak apa apalah
sekali-sekali memuji seragam jurusan sendiri, saya juga bangga tentunya bisa
menjadi salah satu bagian dari jurusan manajemen Informatika di POLSRI.
Setelah
setahun sudah saya menjalani perkuliahan ini tentunya banyak sekali pengalaman
yang telah saya dapatkan mulai dari teman-teman baru yang
berbeda,unik,baik,ramah,menarik dan lain-lain dan yang pastinya tetap saya yang paling kece,,hahaha
sedikit memuji diri sendiri gak ada salahnya kan. Oke lanjut! Saya juga bertemu
dengan dosen-dosen yang smart juga mengagumkan. Bertemu orang-orang baru di
Jurusan lain yang juga memberikan warna yang berbeda tentunya. Moment-moment
keseruan yang banyak sekali yang sudah saya lakukan bersama teman-teman, bahkan
sampai masalah hati pun telah saya rasakan dan alami untuk pertama kalinya. Hehe
ini saya curhat atau apa ya? Yang baca gak usah ketawa ya minimal ngakak
ajalah. Dan bahkan kegemaran menulis saya semakin menjadi-jadi yang memang
menjadi penulis juga salah satu keinginan saya. Saya tipe orang yang tidak
terlalu banyak bicara apalagi kalo soal hati makanya saya suka dengan menulis. Dan
pastinya saya mendapat sahabat yang baik loh, yang gak bisa saya sebutin
namanya karen dia itu punya penyakit GE ER dan sakaw kalo udah di puji dikit,
padahal cuma dikit loh .. hihihi
WELL..akhirnya
saya ucapkan selamat datang ya buat mahasiswa baru semua yang ada di Politeknik
Negeri Sriwijaya khususnya yang pasti buat jurusan favorite dong Manajemen
Informatika.
Ini
ceritaku,, apa ceritamu ?
nda :)
Jumat, 19 Juli 2013
Mungkin wujudku tak cukup jelas di Matamu
Kini
telah sampai aku di bagian itu yaitu bagian yang benar-benar sebelumnya tidak
pernah ku inginkan. Ya bagian yang sulit membuat mataku terpejam di setiap
malamnya dan membuat pikiran ku selalu melayang jauh. Dari awal mungkin ini
memang salahku. Tidak, tapi memang salahku.
***
Pagi
ini aku kembali menjalani rutinitasku setiap harinya, kuliah. Hari ini kali
pertama nya aku melihatmu dan juga pertemuan pertamaku dengan mu yang memang
sebelumnya tidak di rencanakan. Ya laki-laki itu. Orang bilang pertemuan
pertama itu hanya dan bahkan selalu kebetulan dan bagaimana nanti aku dan kamu
bisa mengartikan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? Apakah itu juga sudah
bagian dari rencana Tuhan? Mungkin iya, mungkin juga tidak karena kapasitas
kita yang memang hanya sebagai dua orang yang baru saling mengenal.
Waktupun
terus merangkak membuat aku lebih jauh mengenalmu dan lebih memahami dirimu
mungkin bahkan melebihi dirimu sendiri. Tapi, mungkin memang kamu tidak
mengetahui itu. Tidak, tapi kamu tidak akan pernah mengetahui itu karena kamu
tidak akan pernah bisa memahami perasaan seorang wanita yang jatuh cinta
diam-diam dan hanya selalu berkutat dengan lembaran-lembaran kertas putih yang
dijadikannya miniatur untuk mengungkapkan segala yang di rasaknnya.
Sudah
merupakan hal yang biasa saat hari-hari aku dan kamu selalu diisi dengan
membicarakan masa lalu yang tiada habisnya. bukan aku, tapi masa lalumu. Bukan
hal yang biasa lagi juga aku mendapati diriku yang seperti ini. tersenyum
dengan tegar mendengarkan segala rintihan hatimu yang sungguh menyayat hati
ini. sesederhana itu menyakitakan. Tapi disamping itu aku senang bisa menjadi
orang yang kamu percayai untuk tempatmu berbagi.
***
Waktu
terus berjalan dan libur semester pun telah tiba. Dua minggu, bukankah itu
waktu yang tidak lama tapi entah mengapa hari-hari libur terasa begitu lama
bagiku. Orang bilang ibarat satu hari itu bagaikan setahun. Bagiku ku itu
sebuah perumpamaan yang lucu dan aneh. Bukankah kalau satu hari ya satu hari,
sedangkan kalau setahun ya 365 hari, bukankah itu sangat tidak masuk akal
bukan? Ah sudahlah tidak penting membahas itu, mungkin hanya orang-orang yang
tidak ada aktivitas yang bermanfaat saja yang berkata seperti itu. Hihihi...
Hingga
pada suatu malam aku begitu merindukannya dan aku merasa sangat membutuhkannya
entah mengapa dan apa yang ingin aku bicarakan yang pasti aku ingin menenangkan
perasaanku saja. Kini mungkin bagiku dia adalah seorang teman dan tidak hanya
sekedar teman bahkan sahabat meskipun pertemuan begitu minim bagi kami.
Meskipun hanya dengan obrolan yang berupa pesan-pesan singkat darinya itu bisa
membuatku lebih baik seperti ada sedikit racikan dari pesan itu sehinga bisa
membuatku nyaman bahkan hanya dengan membaca ketika-ketikan kecilmu.
****
Senja
itu...
Senja
itu entah apa yang sedang aku pikirkan dan dia pikirkan seketika tiba-tiba
ponsel ku pun berdering. Ini kali pertamanya kamu menelpon aku entah aku juga
tidak tahu apa yang ingin di bicarakannya. Mungkin aku pikir kamu akan
memintaku solusi lagi untuk mendekati wanita yang kamu harapkan itu.
Akhirnya
senja ini aku sampai pada tahap ini. Posisi yang benar-benar tak pernah
kuinginkan tapi sempat terpikirkan oleh ku. Aku terhempas dan terjatuh begitu
jauh, sejauh dan sedalam harapan yang aku gantungkan kepadamu. Kau jatuhkan aku
dengan sangat dalam, sedalam tatapanku setiap kali menatapmu hingga membuat ku
kaku dan tak bergeming. Kupikir pilihanku sudah benar, ku kira semua anggapanku
adalah segalanya dan langkah yang telah aku ambil dan jalani pun sudah benar.
Tapi, ternyata aku salah. Mundur dan menyerah dengan segala harapanku lah yang
aku pilih sekarang. Meskipun sebenarnya aku masih mempetahankan dan
memperjuangkan kamu, kamu yang tidak akan pernah tahu seberapa dalam
perasaanku. Kini aku terpaksa berhenti memperhatikan dan menghibur kamu lagi
karena ini bukan tugasku lagi. Tapi, bukan berarti aku berhenti mencintaimu
entah itu sebagai sahabat atau apapun itu lainnya. Tapi, sekarang itu telah
menjadi tugasnya, ya..kekasih barumu.
***
Kau
tahu, rasanya sangat menyakitkan jika aku mengingat hal-hal bersama yang pernah
kita lakukan. Tapi kamu pasti takakan pernah mengingat bahkan menyimpannya lagi
dalam memori otakmu dan ingatan kamu. Ya, mungkin perhatian kecilku selama ini
tidak terlihat olehmu. Mungkin wujudku tak cukup jelas di matamu juga. Dan aku
juga tak tahu lagi kode apa lagi yang bisa membuatmu paham.
Jika
aku boleh memilih. Aku ingin semua yang aku inginkan selama ini menjadi nyata.
Bukan hanya khayalan harapan-harapan saja yang berputar di otak kiri dan
kananku, yang bergantung dipikiranku setiap hari bahkan setiap menitnya. Namun
apa daya, semua kata-kata dan perasaan itu hanya bisa kusimpan sendiri. Aku
wanita, aku bisa apa? Aku tak mungkin akan memulai duluan. Apa yang bisa
dilakukan oleh wanita ketika itu sudah menyangkut soal cinta? Menunggu,
memendam, mengagumi, melihat dari kejauhan, mencintai atau bahkan berusaha
melupakan tanpa pernah mau ada keberanian untuk mengungkapkan. Menyakitkan
bukan? Seandainya mengungkapkan perasaan itu semudah mengungkapkan “aku sayang
engkau ibu” mungkin hidupku dan hatiku tak akan serumit ini.
nda
Sabtu, 13 Juli 2013
Nadya Fatira - Bila (ost Kata Hati)
ini juga salah satu lagu dan lirik lagunya dari film Kata Hati
Dan waktu
Dan waktupun terus berlalu
menemani hari-hari kita
indah semua sempurna
Dan waktupun terus berlalu
menemani hari-hari kita
indah semua sempurna
seketika dia yang dulu pernah ada
pernah ada di hatimu kini datang membuatmu bimbang
aaahaaa~
pernah ada di hatimu kini datang membuatmu bimbang
aaahaaa~
namun sayangnya telah ku jatuhkan hati
Dan bila kau tak kunjung tetapkan rasa
Di mana hatimu berada
Kan ku lepaskan kau selamanya
aaahaa~
Dan bila kau tak kunjung tetapkan rasa
Di mana hatimu berada
Kan ku lepaskan kau selamanya
aaahaa~
Dan bila
Kau tak kunjung lupakan dia
Dia yang telah membuatmu luka
kan ku ikhlaskan kau selamanya
katakanlah semua
Kau tak kunjung lupakan dia
Dia yang telah membuatmu luka
kan ku ikhlaskan kau selamanya
katakanlah semua
Dan lagi
Ku salah menjatuhkan hati
Ku jatuhkan pada dirimu yang ada diantara aku dan dia
Ku salah menjatuhkan hati
Ku jatuhkan pada dirimu yang ada diantara aku dan dia
Namun sayangnya telah ku jatuhkan hati
Dan bila
Kau tak kunjung tetapkan rasa
Di mana hatimu berada
kan ku lepaskan kau selamanya
Kau tak kunjung tetapkan rasa
Di mana hatimu berada
kan ku lepaskan kau selamanya
Dan bila
Kau tak kunjung lupakan dia
dia yang telah membutmu luka
kan ku ikhlaskan kau selamanya
katakanlah semua
Kau tak kunjung lupakan dia
dia yang telah membutmu luka
kan ku ikhlaskan kau selamanya
katakanlah semua
Dan bila
Kau tak kunjung tetapkan rasa
Di mana hatimu berada
kan ku lepaskan kau selamanya
Kau tak kunjung tetapkan rasa
Di mana hatimu berada
kan ku lepaskan kau selamanya
Dan bila
Kau tak kunjung lupakan dia
dia yang telah membutmu luka
kan ku ikhlaskan kau selamanya
katakanlah semua~
Kau tak kunjung lupakan dia
dia yang telah membutmu luka
kan ku ikhlaskan kau selamanya
katakanlah semua~
Kamis, 11 Juli 2013
perasaan dan penantian
“Senja tak selalu di barat langit, tak selalu di ujung pandangan terjauh mu. Kadang bersemayam di alam pikiranmu, juga menetap di sudut ruang rindu mu.”
Sulit menuangkan segala perasaan dalam kata kata.
memang benar, aku bukanlah seorang perangkai kata. aku hanya seorang pembaca
yang buta, tetapi memang harus aku luapkan. bukan ingin seluruh dunia
tahu, aku ingin semua orang melihat bahwa aku ada.
Tidakkah cukup jelas wujudku?
Aku senang berada sendiri, tanpa harus terusik oleh
sosok sosok munafik di dunia ini. Tapi kembali kepada realita, aku tidak pernah
sendiri. Aku selalu berada dalam keramaian. Bising terdengar, ingin meledak
gendang telinga. Ramai, tapi tak ada yang memperhatikan. Aku sendiri, di tengah
keramaian. ingin rasanya aku berteriak, tapi bagi mereka, aku hanyalah
gadis bisu. Jelas bukan aku yang bisu, hanya mereka yang tuli yang tidak bisa
mendengar rintihan hati di tengah kebisingan.
Ini tentang perasaan
Ya tentang Perasaan yang mana akulah
merasanya.
Perasaanku. Bukan perasaanmu (yang tidak
merasakan rasa yang sama).
Aku tidak tahu apakah kamu tahu.
Itu pikiranmu.
Pikiranmu (yang tidak bisa kumengerti
itu), bukan pikiranku.
Sekali lagi, ini perasaan.
Perasaan yang menjelma sebagai diktator,
karena ia mulai berkuasa dan berjalan sendiri dan memaksaku merasakan fase -
fase tidak menyenangkan ini. Perasaan yang tidak tahu apa maunya, kemana
tujuannya, dan bagaimana harus memperlakukannya.
Kurasa, ini juga termasuk TitahNya, tentang cinta yang datang terlambat ke hatiku. Bukan, ini bukan tentang cintamu, tapi cintaku kepadamu.
“Bagiku, Hujan
adalah kerinduan yang terlukis dalam tiap jatuhnya ke bumi. Hujan adalah sebuah
pertemuan tertunda yang mengajarkan kesabaran dalam penantian.”
Merupakan
sebuah ironi ketika kamu, sosok yang aku dambakan, mendambakan sosok lain yang
mungkin juga mendambakan orang lain.
Ini tentang penantian.
Ya tentang penantian yang sama dengan penantian -
penantian pada umumnya
Ada rasa tidak sabar dan penuh harapan.
Seperti penantianku (untuk hidupku, bukan kamu).
Sekali lagi, ini penantian.
Aku menanti saat perasaanku berdamai dengan diriku.
Aku menanti saat penyesalan berbuah perbaikan -
perbaikan.
Aku menanti saat..
..kamu tidak
berhak lagi atas air mataku. Setetespun.
Yang
paling menyedihkan bukanlah lamanya penantian, tp ketika kita melihat batas
kesabaran dan kemampuan lalu memutuskan untuk berhenti mencintai. Belum pernah aku berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada
jiwaku sendiri, yang kadang-kadang membantu aku, dan kadang-kadang menentangku. Aku
sendiri tidak mengerti dengan perasaanku, penantianku yang akan berujung pada
sebuah cerita yang menarik dan manis atau bahkan berujung pada sebuah
penyesalan dan menyakitkan. Rasanya seperti kamu sudah memakai kacamata tapi masih tidak dapat
melihat dengan jelas. Karena pandanganmu tertutup oleh airmata...
Senja
ini hujan pun turun lagi seolah mengerti, aku hanya berdiri dijendela kamarku
melihat satu per satu tetesan air hujan yang jatuh. Aku tidak suka suara hujan
yang berisik tapi aku suka ketika gerimis telah datang dan rintik-rintiknya
mampu membuat hati berdamai dengan perasaan dan jiwaku sendiri. Mungkin aku
hanya perlu sedikit istirahat dari pergelutan hati, pikiran, jiwa dan perasaan
ku ini yang selalu tak ku mengerti apa maunya.
Kau tahu mengapa pelangi itu
indah?
karena
warnanya? karena bentuknya?
bukan itu...
karena dia hadir
ketika hujan berhenti, seperti itu pula aku mengakhiri ini semua.
nda_
Langganan:
Postingan (Atom)




